Camat Petungkriyono : BUMDes Jadi Nadi Perekonomian Desa Untuk Mandiri.

Camat Petungkriyono Farid Abdul Khakim saat memberikan sambutan (Foto :Ria)

Petungkriyono -   Hampir semua desa di Kecamatan Petungkriyono memiliki potensi yang sama, tinggal bagaimana cara desa melakukan upgrade dan berani membuat inovasi untuk melakukan terobosan. Khususnya dalam kegiatan pemberdayaan seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dimana BUMDesa merupkan nadi perekonomian di desa. Dan sebagai stimulan untuk menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa.

Apabila kegiatan BUMDes ini memiliki tatakelola yg baik, tentunya dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Sehingga dalam proses pembangunanya tidak tergantung pada Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Bantuan Keuangan (Bankeu). Hal ini disampaikan oleh Farid Abdul Khakim selaku Camat Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.

" Para kades harus legowo untuk mendorong tumbuhnya BUMDes. Kalau Dana Desa  hanya habis untuk infrastruktur, hanya akan menjadi proyek abadi, karena sifatnya konsumtif. Berbeda jika sebagian dananya diputarkan melalui BUMDes, meskipun butuh proses yang lama, namun menjadi lebih produktif dan hasilnya  bisa masuk dalam PADes ", ungkapnya di Curug Bajing, dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Kecamatan Petungkriyono, Kamis (6/2).

Farid menambahkan, Meskipun secara aturan dalam melakukan penganggaran Dana Desa untuk BUMDes maksimal 10 %, namun kami selalu mendorong desa untuk dapat memberikan porsi yang lebih.

"Kami juga mengajak desa untuk bekerjasama dengan BUMDESMA Kecamatan. Serta memberikan pemahaman dampak positif jangka panjang. Mengingat sekarang ini sudah banyak kisah sukses dibalik  pengelolaan BUMDes yang akhirnya menjadi pioner melonjaknya PADes ", imbuhnya. (Ria)

Related Posts:

Bunda Baca Dan Bunda PAUD, Jadi Tokoh Sentral Kamajuan Pendidikan.

Ketua TP PKK Kecamatan Kardiana Wahyu Haningtyas Memakaikan Selempang Bunda Paud (Foto: Ria)


Petungkriyono - Keberadaan Ketua TP PKK Desa sebagai bunda baca dan bunda PAUD, memiliki peran yang sangat strategis. Dimana dapat menjadi  motor penggerak, motivator dan fasilitator dalam menyambungkan informasi yang valid.

Sehingga dapat menjadi tokoh sentral dalam memajukan pendidikan di desa masing-masing. Hal ini disampaikan oleh Kardiana Wahyu Haningtyas, selaku Ketua TP PKK Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.

" Setelah dilantiknya Bunda PAUD di Kecamatan Petungkriyono ini, semoga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan di usia dini (masa emas). Serta mulai mengecek segala keperluan dalam kegiatan pembelajaran di PAUD masing-masing desa, " ungkapnya di Aula Kecamatan Petungkriyono, Kamis (23/1).

Foto bersama FORKOMPIMCAM (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan)

Kardiana menambahkan, bahwa adanya gerakan Pekalongan gemar membaca dapat meningkatkan minat baca di Kecamatan Petungkriyono. Dimana sebagai mitra desa, bunda baca diharapkan dapat berkolaborasi dengan desa untuk membentuk literasi di desa masing-masing.

" Adanya sarana dan prasarana pendukung seperti perpustakaan desa, diharapkan dapat menumbuhkan minat baca masyarakat. Serta selalu menghimbau dan menyeleksi bacaan yang benar-benar bermanfaat ," tambahnya.  (Ria)

Related Posts:

4 Ruas Jalan Di Petungkriyono Dapat Paket Giat APBD TA 2020.

Camat Petungkriyono Farid Abdul Khakim melakukan monitoring pembangunan fisik di Desa Simego (Foto : Ria)


Petungkriyono - Pelaksanaan giat ruas jalan oleh Kabupaten Pekalongan akan segera dilaksanakan pada tahun ini. Jika sesuai rencana maka akan ada perbaikan beberapa ruas jalan di kecamatan Petungkriyono. 4 ruas jalan yang akan mendapatkan paket giat APBD TA 2020 meliputi: Yosorejo - Curugmuncar, Sikucing - Gumelem, Gumelem - Igergede,  serta Igergede - Simego. Demikian disampaikan oleh Camat Petungkriyono Farid Abdul Khakim, Kabupaten Pekalongan.

" Dengan adanya pembangunan infrastruktur jalan ini semoga dapat meningkatkan taraf perekonomian warga di Kecamatan Petungkriyono. Karena roda perekonomian akan menjadi lebih baik dan biaya transport menjadi lebih murah ", Ungkapnya saat melakukan monitoring di Desa Simego, Kecamatan Petungkriyono, Rabu (15/1).

Farid menuturkan,  jalan yang rusak sangat menghambat kegiatan masyarakat. Tentunya menjadi kendala yang selalu di keluhkan oleh masyarakat. Khususnya di daerah yang letaknya jauh dari kecamatan. Sehingga masyarakat selalu menantikan adanya perbaikan jalan.

" Ketika jalan diperbaiki maka dapat memudahkan masyarakat ketika mengurus dokumen ke kecamatan. Dan penjualan produk  pertanian, peternakan, serta UKM juga dapat  terakses dengan lebih mudah. Mengingat sebagian besar hasil produk di Kecamatan Petungkriyono di jual di Kecamatan lain ", tuturnya.  (Ria)

Related Posts: