TP PKK Petungkriyono Juara 2 Lomba Carving Fruit

Wakil PKK Petungkriyono Surowati (baris depan nomor 2 sebelah kiri) saat menampilkan hasil carving fruit.


Petungkriyono - Media seni ukir tak melulu menggunakan kayu. Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pekalongan menjadikan buah srgar sebagai seni ukir. Kreativitas ibu-ibu PKK ini mengukir buah lokal atau carving fruit dalam ajang perlombaan.

Perwakilan TP PKK Kecamatan Petungkriyono, Surowati mengatakan, dari ajang lomba carving fruit ini Kecamatan Petungkriyono berhasil meraih juara 2 tingkat kabupaten. Buah yang diukir dalam ajang perlombaan itu adalah pepaya dan semangka.

"Peserta diberi waktu 2 jam untuk menyelesaikan ukiran sesuai dengan display. Dan kegiatan ini di nilai oleh beberapa juri dari chef yang sudah kompeten," tuturnya, di depan aula kecamatan, Kamis (19/09).


buah pepaya dan semangka setelah di ukir

Lomba ini di ikuti oleh 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Tujuannya untuk mengedukasi kepada masyarakat bahwa buah lokal tidak hanya sebagai konsumsi,  namun juga bisa bernilai seni dalam bentuk ukiran yang bernilai estetika. Tentunya butuh kemauan, ketlatenan, dan keikhlasan dalam proses pengerjaan. Dan proses yang panjang membuahkan hasil yang membanggakan.

"Alhamdulillah ini menjadi prestasi yang membahagiakan bagi kami. Semoga semangat untuk berkreasi dan mencoba ilmu baru terus meningkat. Sehingga dapat ditularkan pada remaja putri dan para ibu di Petungkriyono ", kata Kardiana Wahyu Haningtyas Ketua TP PKK Kecamatan Petungkriyono. (Ria)

Related Posts:

BPD Kasimpar Terima 53 Aspirasi Dan Aduan.



Pemerintah Desa Kasimpar saat menjelaskan pekan aspirasi (Foto : Ria)

Petungkriyono - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kasimpar Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan menggelar pekan penyerapan aspirasi dan pengaduan masyarakat, Senin (16/9). Pekan aspirasi itu berlangsung selama dua pekan, yaitu mulai 24 Agustus sampai 10 September 2019. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi BPD sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketua BPD Kasimpar, Rasmani mengatakan, dalam pelaksanaanya, BPD Kasimpar berhasil menerima 53 aspirasi dan aduan masyarakat. Di antaranya pengelolaan sampah, penataan gang desa, dan serangan hama yang berdampak pada tanaman para petani. BPD Kasimpar sendiri telah membuat Rumah Aspirasi yang bertempat di rumah masing-masing anggota BPD Kasimpar.

“Selain Rumah Aspirasi, BPD Kasimpar juga membuka Posko Aspirasi yang bertempat di Kantor Balai desa Kasimpar. Harapannya masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya ke tempat-tempat yang telah kami sediakan” tuturnya.

Kegiatan pekan penyerapan aspirasi ini merupakan rangkaian kegiatan dalam program desa melek anggaran yang Inklusif dan responsif terhadap isu gender di Kecamatan Petungkriyono atas kerja sama yang dilakukan oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA).

"Namun usulan dari masyarakat yang diserap oleh BPD akan dikaji ulang dan disesuaikan dengan kebutuhan desa. Tentunya dengan mempertimbangkan kekuatan keuangan desa dalam menentukan skala prioritas," ujar Sularso Sekretaris Desa Kasimpar. (Ria)

Related Posts:

30 Unit RTLH Siap Dibangun Tahun Ini

 Kepala Desa Kayupuring Cahyono ketika mengikuti sambatan pembangunan RTLH warga  (Foto : Purni)

Petungkriyono - Tahun ini Pemerintah Desa Kayupuring kucurkan bantuan  Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam jumlah yang banyak. Dimana 30 unit rumah siap dibangun tahun 2019 ini.  Dimana sumber dananya berasal dari  24 unit Bankeu Kabupaten, 3 unit Bankeu Provinsi, dan 3 unit dari Dana Desa (DD). Demikian disampaikan oleh Rohman selaku Sekretaris Desa (Sekdes) di kantor Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Kamis (19/19).

Rohman mengatakan bahwa dana yang keluar langsung diserahkan pada masyarakat yang menerima bantuan. " Dimana kelompok ini sebelumnya sudah di data terlebih dahulu oleh desa dan masuk dalam kriteria Basis Data Terpadu (BDT)  yang dimiliki oleh desa ", katanya.

Diketahui, RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) merupakan salah satu program pemerintah, khususnya dari dana sosial dengan tujuan memberi bantuan dana pembangunan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

" Masyarakat yang menerima bantuan berasal dari Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT)  tahun 2015. Dengan harapan agar kegiatan ini bisa tepat sasaran, karena sudah di data secara lengkap sesuai kriteria ", Ujar Cahyono Kepala Desa Kayupuring. (Purni/jw/Kyp).

Related Posts:

Rumah Aspirasi Wadah Kritik Untuk Masyarakat


Pemerintah Desa Gumelem mengenalkan kotak aspirasi (Foto : Sugeng )
Petungkriyono - Pendampingan Badan Permusyawaratan desa (BPD) oleh Forum Indonesia Trasparan Anggaran (FITRA) di Desa Gumelem Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, selama empat bulan ini menuai hasil positif dengan terbentuknya Rumah Aspirasi masyarakat yang diresmikan pada Rabu 23 Agustus 2019.

Launcing dan sosialisasi aspirasi masyarakat di desa Gumelem disambut meriah oleh masyarakat dan dihadiri para tokoh desa seperti pemerintah desa, Pembina Teknis Pemerintahan Desa (PTPD) kecamatan, KPMD, ketua RT, kadus, karang taruna, PKK, tokoh pendidikan, tokoh perempuan dan disabilitas.

Kepala desa yang diwakilkan oleh Kaur Umum dan Perencanaan Rudwiyani menuturkan, pihaknya sangat berterimakasih atas ilmu dan partisipasi FITRA dalam hal ini yang mendorong BPD Desa Gumelem lebih aktif dan bermanfaat dengan terbentuknya Rumah Aspirasi ini.

"Para tokoh masyarakat yang hadir supaya bisa mensosialisasikan kepada masyarakat umum tentang adanya Rumah Aspirasi ini" tuturnya.

Dia melanjutkan, Rumah Aspirasi ini bukan hanya menampung aspirasi-aspirasi masyarakat saja akan tetapi juga menampung segala keritikan-kritikan yang  membangun untuk desa maupun pemerintah desa supaya lebih baik. Disediakan pula kotak saran dan nomor telepon Ketua BPD agar bisa berinteraksi secara langsung atau mengirimkan saran maupun aspirasi melalui kotak saran yang disediakan di Rumah Aspirasi.

Pembina Teknis Pemerintahan Desa (PTPD) kecamatan Petungkriyono Roji’in juga sangat mendukung dan siap membantu  jika ada kesulitan maupun keluhan supaya lebih tepat sasaran dalam setiap anggaran yang ada didesa dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. (Sugeng)

Related Posts: