7 Desa Di Petungkriyono Gelar Pilkades Serentak.


Camat Petungkriyono Farid Abdul Khakim menjelaskan gelaran Pilkades.

Petungkriyono - Gelaran pesta demokrasi akan dirasakan kembali oleh masyarakat. Memilih Kepala desa yang dapat membangun desa menjadi lebih sejahtera. Untuk Kecamatan Petungkriyono ada 7 desa yang bersiap mengikuti Pilkades serentak. Desa tersebut adalah Kayupuring,  Kasimpar,  Yosorejo,  Tlogohendro, Tlogopakis, Curugmuncar,  dan Songgodadi.

Farid Abdul Khakim Camat Petungkriyono mengatakan, adanya Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD)  di masing-masing desa, merupakan bentuk kesiapan desa dalam menghadapi gelaran acara tersebut. Adapun tahapan Pilkades meliputi pendaftaran calon tanggal 2-12 September,  Penelitian berkas tanggal 13-19 September, serta kelengkapan berkas tanggal 20-27 September. Sedangkan untuk pemilihannya akan dilaksanakan pada hari Rabu Pahing tepatnya 13 November 2019.

"Tema Pilkades kali ini adalah Pilkades ceria, anti hoax dan tolak politik uang.  Sehingga dalam berdemokrasi akan terpilih pemimpin yang mumpuni dan berintegritas, " katanya di balai Desa Yosorejo Kecamatan Petungkriyono, senin (29/7).

Farid menambahkan, bagi warga yang ingin mencalonkan diri,  silahkan mulai meyiapkan segala sesuatunya. Tentu dengan mengikuti tata tertib dan regulasi yang berlaku. (Ria)

Related Posts:

3 Desa Di Petungkriyono Melakukan Inovasi.


Kepala Dinas PMD, P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan Muhammad Afib melihat produk inovasi (Foto : Ria)

Petungkriyono - Untuk meningkatkan kualitas pembangunan Desa diperlukan adanya inovasi. Inovasi baik di sektor pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat sudah dilakukan oleh 3 desa di Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan.

Desa yang melakukan inovasi tersebut di antaranya Desa Kayupuring dengan keterlibatan partisipatif masyarakat melalui kelompok Selapanan, Desa Tlogopakis dengan pemberdayaan masyarakat melalui produksi unggulan manisan kolang-kaling, serta Desa Tlogohendro yang mengandalkan sektor wisata dengan keindahan Telaga Sigebyar yang mempesona.

Ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Petungkriyono, Rojiin mengatakan, 3 inovasi desa ini akan dipamerkan secara langsung dalam Bursa Inovasi Desa (BID) cluster (penggabungan kecamatan), yakni Petungkriyono dan Doro.

"Dengan harapan inovasi yang sudah ada bisa menginspirasi desa lain untuk dilakukan replikasi. Tentunya sesuai dengan kondisi masing-masing Desa," katanya di RM Joglo Sari Kuto, Kecamatan Doro, Senin (29/7).

Diketahui BID merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa. BID diselenggarakan di tingkat kecamatan atau cluster sebagai wahana pertukaran pengetahuan dan inovasi desa.

"Membangun Indonesia dimulai dari desa dan inovasi tidak harus baru. Namun bisa juga merupakan hasil dari replikasi. Semoga inovasi yang sudah dipilih nantinya dapat direncanakan dalam penyusunan RKP Desa tahun 2020," ungkap Muhammad Afib Kepala Dinas PMD, P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan. (Ria)

Related Posts:

9 Desa Di Petungkriyono Menjadi Percontohan SID.


 Camat Petungkriyono Farid Abdul Khakim menjelaskan perkembangan SID. (Foto Ria)

Petungkriyono - Peraturan Bupati Pekalongan no 33 tahun 2018 tentang pembangunan Sistem Informasi Desa (SID)  mendorong pemerintah untuk melakukan pembinaan pada 9 Desa yang menjadi percontohan di Kecamatan Petungkriyono. Dimana SID akan di launching pada tanggal 25 Agustus 2019 oleh Bupati Pekalongan.

Arif Nugroho selaku Kabid APPD Dinas PMD, P3A,  PPKB Kabupaten Pekaolongan, Mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian proses evaluasi sekaligus pendampingan bagi Desa.  Dimana SID bisa menghasilkan data tunggal untuk mendukung perencanaan mulai dari Desa sampai Kabupaten.

"Adanya integrasi di tingkat Kecamatan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dasar, "  katanya di Aula Kecamatan Petungkriyono, Rabu (24/7).

"Kegiatan SID dapat menjadi media keterbukaan bagi masyarakat, sehingga harus didukung oleh berbagai pihak. Namun di Petungkriyono masih terkendala oleh lemahnya akses jaringan, " ujar Farid Abdul Khakim Camat Petungkriyono. (Ria)

Related Posts:

Peran Strategis JW Sebagai Media Informasi.



Fasilitator FITRA Muhammad Iklil Sabai saat diskusi dengan JW Petungkriyono (Foto : Ria) 

Petungkriyono - Jurnalis Warga (JW) memiliki peran yang sangat strategis sebagai media informasi masyarakat. Uniknya, media ini lahir dan dikelola oleh masyarakat atas kesadarannya yang memandang pentingnya sebuah publikasi di media massa. Sehingga perlu adanya dukungan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan.

Muhammad Iklil Sabai selaku Fasilitator Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (FITRA) mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh FITRA juga dapat dipublikasikan oleh Jurnalis Warga (JW).

"Sehingga prektek baik yang dilakukan dapat tersosialisasi kepada masyarakat secara luas," katanya di kediaman koordinator JW Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan,  Rabu (24/7).

Diketahui, FITRA adalah lembaga yang bergerak di bidang advokasi anggaran dan kebijakan publik, baik pemerintah pusat,  daerah provinsi, maupun pemerintah daerah kabupaten/kota, termasuk pemerintah desa.

"Kami mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang diberikan. Semoga kedepan dapat meningkatkan semangat teman-teman JW untuk terus menulis dan memberikan informasi," ujar Ria koordinator JW Petungkriyono. (Ria)

Related Posts: