Praktik Baik BPD, Salurkan Aspirasi Masyarakat

Foto bersama tamu undangan, Dinas PMD, KOMPAK dan FITRA (Foto : Ria).

Petungkriyono - Menurut Permendagri Nomor 110 Tahun 2016, salah satu tugas BPD adalah menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa. Praktik baik ini mulai dilakukan di Desa Kayupuring, Kasimpar, dan Gumelem di Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. Hal ini merupakan potret awal Kabupaten Pekalongan yang membangun proses awal dari desa.

Kepala Dinas PMD, P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan, Muhammad Afib mengatakan, fungsi BPD adalah perencanaan, pengawasan, dan penyerapan aspirasi. Kedepan semoga ada testimoni mengenai praktik baik BPD di Kecamatan Petungkriyono kepada kecamatan lain.

"Saya sangat berterima kasih terhadap KOMPAK dan FITRA yang dapat membantu proses belajar BPD di Kecamatan Petungkriyono. Sampai saat ini kami belum bisa berpikir dalam proses penguatan BPD," katanya di aula Bappeda Kabupaten Pekalongan, Kamis (24/10).

Afib menuturkan, penguatan BPD sangat diperlukan, mengingat kegiatan ini tidak akan selalu didampingi oleh KOMPAK. Tahun 2020 pihaknya akan mulai berpikir untuk penguatan dan peningkatan kapasitas BPD.  Ke depan pihaknya juga akan melibatkan lintas sektoral di tingkat kecamatan untuk melakukan program di tingkat desa.

"Langkah ini dilakukan agar usulan yang tidak masuk dalam RKP desa bisa ditangani oleh sektor lain. Dan aspirasi yang disampaikan tidak sia-sia," tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, BPD mendapat pendampingan FITRA dalam proses Sekolah Anggaran Desa (Sekar Desa). Materi yang disampaikan dalam Sekar Desa di antaranya seputar UU Desa, konsep dasar perencanaan dan penganggaran desa, pengelolaan posko pengaduan, peran masyarakat dan fungsi BPD.

"Sekar Desa merupakan ruang belajar bagi BPD, pemerintah desa, dan masyarakat yang responsif, akuntabel, dan inklusif gender. Yang hasil akhirnya dapat meningkatkan kapasitas lembaga desa dalam memahami tupoksinya ", ungkap Ketua BPD Kasimpar Rasmani. (Ria)

Related Posts:

Tahun 2020 SID Masuk Prioritas Pembangunan

Kepala Dinas PMD, P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan Muhammad Afib membuka acara. (Foto : Ria)

Petungkriyono - Tahun 2020, pembangunan diprioritaskan untuk infrastruktur IT dan pemberdayaan masyarakat. Semua desa di Kabupaten Pekalongan diminta untuk mengangkat tenaga profesional IT non perangkat untuk mengelola Sistem Informasi Desa (SID).

 Kepala Dinas PMD, P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan, Muhammad Afib mengatakan, pengelolaan dan infrastruktur IT wajib dianggarkan melalui dana desa. Regulasi SID sendiri tertuang dalam Perbub SID no 33 tahun 2018, yang mengamanatkan pemerintah desa dalam pengelolaan SID.

"SID masuk dalam prioritas pembangunan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi desa dan adanya sumber data valid yang dimiliki desa. Semua kebutuhan informasi dapat dimasukkan dalam website desa," katanya di Aula Bappeda dan Litbang Kabupaten Pekalongan, Rabu (16/10).

Afib menuturkan, adanya tenaga khusus dalam pengelolaan SID, bertujuan untuk mengurangi beban kerja pemerintah desa. Juga untuk mengenalkan profile desa ke dunia luar.

"Sehingga SID bisa terus berjalan, data yang diterima bisa selalu update, dan informasinya dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat," tuturnya.

SID merupakan bagian tak terpisahkan dalam implementasi undang-undang desa,  di mana desa berhak mendapatkan akses informasi melalui sistem informasi desa, yang dikembangkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota. SID merupakan implementasi dari e-goverment yang merupakan alat bantu desa dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul.

"Dibutuhkan tata pemerintahan yang solid dan bertanggung jawab dalam pengelolaan sistem informasi. Serta dukungan dari lembaga-lembaga yang ada di desa," kata Ary, perwakilan Kominfo Kabupaten Pekalongan.

KOMPAK Jateng Syahrun Nazil saat menjadi moderator. (Foto: Ria)
Kegiatan Bintek penyusunan rancangan peraturan desa tentang SID ini berlangsung selama dua hari. Hari selanjutnya, peserta melakukan diskusi mengenai analisis situasi pengelolaan SID di masing-masing desa. Di antaranya tentang kelembagaan, pengelolaan SID, dan adanya forum data desa.

"Adanya kelembagaan di tingkat desa akan membuat pengelolaan SID menjadi lebih baik dan utuh. Sedangkan fungsi dari forum data desa adalah untuk memastikan bahwa data yang diterima sudah valid. Sehingga dapat digunakan sebagai basis data untuk menyatukan data yang lain," ungkap syahrun Nazil dari KOMPAK Jateng. (Ria)

Related Posts:

Tingkatkan Kinerja, Forum BPD Petungkriyono Dibentuk

Foto bersama Forum BPD Kecamatan Petungkriyono (Ria)

Petungkriyono - Penyerahan SK PLT (pelaksana tugas) jabatan kepala desa kepada sekretaris desa di Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, dihadiri juga oleh Badan Permusyawarahan Desa (BPD). Momen ini juga digunakan BPD untuk membentuk Forum BPD tingkat kecamatan.

Pembentukan Forum BPD itu untuk mempermudah komunikasi dan saling bertukar pengalaman tentang kinerja BPD. Sehingga, ada peningkatkan kualitas mengenai kinerja BPD di desa masing-masing. Demikian disampaikan oleh Cahyadi selaku Ketua forum BPD Kecamatan Petungkriyono, di aula kantor Kecamatan, Senin (10/10).

Cahyadi mengatakan, selama ini BPD dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
Disebabkan karena minimnya pengetahuan anggota BPD dan kurangnya informasi mengenai tugas pokok dan fungsi BPD.

"Padahal BPD merupakan lembaga tertinggi ditingkat desa dan sebagai penampung aspirasi masyarakat. Hal ini berimbas pada lemahnya komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah desa. Dengan dibuatnya forum ini semoga dapat meningatkan dan memajukan desa masing-masing," katanya.


Diskusi BPD bersama FITRA membahas permaslahan di desa (Foto : Ria)


Banyak tema dan permasalahan yang disampaikan dalam forum ini. Adapula yang menyampaikan penjabaran mengenai RKPDesa, APBDesa, sampai RPJMDesa. Forum diskusi ini nantinya akan menjadi forum untuk berbagi pengalaman dan diskusi semua anggota BPD di Petungkriyono.

"Oleh karena itu kepengurusannya harus segera dibuat. Selanjutnya bersiap membuat agenda pertemuan," kata Muhamad Syukur CO Seknas Fitra.

Struktur kelembagaan yang terbentuk yaitu Cahyadi sebagai ketua dari Desa Curugmuncar, Rasmani sebagai Wakil Ketua dari Desa Kasimpar, Imam Budiman sebagai Sekretaris dari Desa Tlogopakis, dan Bendahara Purni dari Desa Kayupuring.

"BPD Kasimpar melakukan mekanisme penyerapan aspirasi dan aduan dari masyarakat. Dan akhirnya menjadi pertimbangan Pemerintah desa dalam penyusunan RKP desa. Ini adalah hasil belajar BPD bersama FITRA terkait tupoksi BPD. Dan semoga dapat diterapkan pada desa lainnya," imbuh Rasmani Ketua BPD Kasimpar. (Ria)

Related Posts:

KB Permata Tlogohendro Kenalkan Profesi Polisi Pada Anak


Kanit Binmas Kecamatan Petungkriyono Chandra Noviardi menyanyi bersama dengan anak-anak. (Foto : Ria)

Petungkriyono - Pembelajaran anak usia dini tidak hanya dilakukan di dalam ruangan. Namun, bisa dilakukan dengan pengenalan secara langsung. Seperti pengenalan profesi polisi kepada anak-anak. Karena selain bisa belajar secara langsung,  interaksi yang dilakukan membuat anak jadi senang.

Polisi yang dahulu terkesan menakutkan berubah menjadi ramah di kalangan anak-anak. Demikian disampaikan oleh Ekowati selaku Ketua Kelompok Belajar (KB) Permata Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan di halaman Kantor Polisi Kecamatan Petungkriyono, Senin (1/10).

Ekowati menuturkan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan program tahunan yang belum terlaksana. Yaitu mengenalkan profesi pekerjaan pada anak usia dini. Untuk kegiatan kali ini profesinya adalah polisi.
"Tujuannya agar anak bisa melihat secara langsung profesi polisi. Dan anak tidak takut lagi ketika bertemu dengan polisi. Mengingat selama ini para orang tua selalu menakuti anak mereka dengan kehadiran polisi," tuturnya.

"Untuk kegiatan selanjutnya kami juga akan mengenalkan lebih banyak profesi secara langsung. Mungkin bisa di bidang kesehatan,  kantor kecamatan, pendidikan, koramil atau lainnya," imbuhnya.

Interaksi yang apik antara anak-anak dengan polisi menciptakan suasana yang gembira.  Menirukan gerakan tepuk tangan dan bernyanyi bersama, membagikan coklat pada anak, mengajak anak naik mobil patroli, serta mengajak anak untuk mau membaca buku, menjadi kebahagiaan tersendiri.

Kanit Binmas Kecamatan Petungkriyono Chandra Noviard Mengajak anak membaca buku (Foto : Ria)

"Sudah tugas kami sebagai pengayom masyarakat, kami senang bisa sharing dan belajar dengan anak-anak. Dengan harapan agar anak menjadi lebih percaya diri ketika ingin menjadi polisi," kata Kanit Binmas Kecamatan Petungkriyono Chandra Noviardi. (Ria)

Related Posts:

Ada 9 Mata Air di Festival Rogojembangan Petungkriyono


Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat memberikan sambutan di Festival Rogojembangan 2019 (Foto : Ria)

Petungkriyono - Festival Rogojembangan ini merupakan gelaran yang kedua kali, di mana banyak kebudayaan lokal yang ditampilkan. Tujuannya agar menumbuhkan kecintaan terhadap kearifan lokal dan kelestarian lingkungan. Di Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan ini, kaya akan sumber mata air yang melimpah.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengatakan, tugas pemerintah dan masyarakat adalah selalu menjaga kearifan lokal tersebut agar mata air tetap mengalir. Hal ini digambarkan dalam prosesi penyatuan 9 mata air, di mana mata air yang di bawah merupakan sumber air dari masing-masing desa. Air merupakan sumber kehidupan yang harus terjaga kelestariannya.

"Noto air adalah tugas kita bersama. Sehingga keindahan alam tetap terjaga dan membuat kelestariannya semakin berkembang. Karena ora temah ora Petung, dan wong Petung selalu menjaga kearifan lokalnya," katanya, di Lapangan Sigeger Desa Kasimpar Kecamatan Petungkriyono, Minggu (5/11).

Prosesi Penyatuan 9 Mata Air Oleh Kepala Desa Kepada Camat Petungkriyono (Foto:Ria)

"Tahun depan kita agendakan untuk Festival Rogojembangan yang ketiga dengan acara yang lebih meriah. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Dan tetap jaga lingkungan untuk tidak membuang sampah sembarangan," imbuhnya.

Festival Rogojembangan ini berlangsung selama 3 hari. Dalam rangkaian acara festival itu dibuka juga pasar rakyat, kopi dan cimplung gratis, festival hadroh dan senandung doa, festival dolanan rakyat dan senandung gunung, serta kirab budaya dan pagelaran seni rakyat.

"Festival ini berlangsung sangat meriah dengan kegiatan yang beragam. Bintang tamu yang terkenal menjadi daya tarik tersendiri. Senandung dari grup band Letto membuat suasananya menjadi berbeda. Dan tidak hanya warga lokal saja yang menyaksikan, tapi luar daerahpun hadir,"  kata Tiwi pengunjung dari Kajen. (Ria)

Related Posts:

BPD Kayupuring: Respon Positif Hasilkan 437 Aspirasi.

BPD dan Pemdes Kayupuring sedang berdiskusi mengenai hasil dari pekan aspirasi (Foto : Ria)

Petungkriyono -  Pekan Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat yang digelar oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kayupuring Kecamatan Petungkriyono mendapat respon yang positif. Kegiatan yang dilakukan dari tanggal 20 Agustus sampai dengan 10 September 2019 ini menghasilkan 437 aspirasi dan aduan, Senin (23/9).

Ketua BPD Kayupuring, Maryono Untung mengatakan, hasil dari penyerapan aspirasi dan pengaduan masyarakat nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Desa Kayupuring sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa. Selanjutnya, akan diselenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) khusus untuk membahas tindak lanjut hasil aspirasi dan aduan.

"Kegiatan Pekan Penyerapan Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat merupakan rangkaian kegiatan program desa melek anggaran. Tujuannya untuk mendorong pembangunan desa yang inklusif dan responsif gender di Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan," katanya.

Maryono menambahkan, aspirasi dan aduan yang disampaikan diantaranya tentang pemerintah desa, adminduk, KTP, pembangunan infrastuktur, sosial dan budaya, sanitasi, kesehatan, pendidikan, ekonomi desa, pertanian, pemuda dan olahraga, pemberdayaan masyarakat, pembinaan kemsyarakatan, lingkungan hidup, difabel, air Bersih.

Dalam Musdes, disepakati bahwa 7 aspirasi dan aduan diselesaikan secara langsung. Sebanyak 127 aspirasi dan aduan diakomodir dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2020, serta 98 aspirasi dan aduan dianggarkan dalam Anggaran Pendapan dan Belanja Desa (APB Desa) Desa Tahun Anggaran 2020.

"Ada juga 59 aspirasi dan aduan merupakan kewenangan pemerintah kabupaten, dan 146 aspirasi dan aduan dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2021," pungkasnya. (Ria)

Related Posts:

TP PKK Petungkriyono Juara 2 Lomba Carving Fruit

Wakil PKK Petungkriyono Surowati (baris depan nomor 2 sebelah kiri) saat menampilkan hasil carving fruit.


Petungkriyono - Media seni ukir tak melulu menggunakan kayu. Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pekalongan menjadikan buah srgar sebagai seni ukir. Kreativitas ibu-ibu PKK ini mengukir buah lokal atau carving fruit dalam ajang perlombaan.

Perwakilan TP PKK Kecamatan Petungkriyono, Surowati mengatakan, dari ajang lomba carving fruit ini Kecamatan Petungkriyono berhasil meraih juara 2 tingkat kabupaten. Buah yang diukir dalam ajang perlombaan itu adalah pepaya dan semangka.

"Peserta diberi waktu 2 jam untuk menyelesaikan ukiran sesuai dengan display. Dan kegiatan ini di nilai oleh beberapa juri dari chef yang sudah kompeten," tuturnya, di depan aula kecamatan, Kamis (19/09).


buah pepaya dan semangka setelah di ukir

Lomba ini di ikuti oleh 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Tujuannya untuk mengedukasi kepada masyarakat bahwa buah lokal tidak hanya sebagai konsumsi,  namun juga bisa bernilai seni dalam bentuk ukiran yang bernilai estetika. Tentunya butuh kemauan, ketlatenan, dan keikhlasan dalam proses pengerjaan. Dan proses yang panjang membuahkan hasil yang membanggakan.

"Alhamdulillah ini menjadi prestasi yang membahagiakan bagi kami. Semoga semangat untuk berkreasi dan mencoba ilmu baru terus meningkat. Sehingga dapat ditularkan pada remaja putri dan para ibu di Petungkriyono ", kata Kardiana Wahyu Haningtyas Ketua TP PKK Kecamatan Petungkriyono. (Ria)

Related Posts:

BPD Kasimpar Terima 53 Aspirasi Dan Aduan.



Pemerintah Desa Kasimpar saat menjelaskan pekan aspirasi (Foto : Ria)

Petungkriyono - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kasimpar Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan menggelar pekan penyerapan aspirasi dan pengaduan masyarakat, Senin (16/9). Pekan aspirasi itu berlangsung selama dua pekan, yaitu mulai 24 Agustus sampai 10 September 2019. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi BPD sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketua BPD Kasimpar, Rasmani mengatakan, dalam pelaksanaanya, BPD Kasimpar berhasil menerima 53 aspirasi dan aduan masyarakat. Di antaranya pengelolaan sampah, penataan gang desa, dan serangan hama yang berdampak pada tanaman para petani. BPD Kasimpar sendiri telah membuat Rumah Aspirasi yang bertempat di rumah masing-masing anggota BPD Kasimpar.

“Selain Rumah Aspirasi, BPD Kasimpar juga membuka Posko Aspirasi yang bertempat di Kantor Balai desa Kasimpar. Harapannya masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya ke tempat-tempat yang telah kami sediakan” tuturnya.

Kegiatan pekan penyerapan aspirasi ini merupakan rangkaian kegiatan dalam program desa melek anggaran yang Inklusif dan responsif terhadap isu gender di Kecamatan Petungkriyono atas kerja sama yang dilakukan oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA).

"Namun usulan dari masyarakat yang diserap oleh BPD akan dikaji ulang dan disesuaikan dengan kebutuhan desa. Tentunya dengan mempertimbangkan kekuatan keuangan desa dalam menentukan skala prioritas," ujar Sularso Sekretaris Desa Kasimpar. (Ria)

Related Posts:

30 Unit RTLH Siap Dibangun Tahun Ini

 Kepala Desa Kayupuring Cahyono ketika mengikuti sambatan pembangunan RTLH warga  (Foto : Purni)

Petungkriyono - Tahun ini Pemerintah Desa Kayupuring kucurkan bantuan  Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam jumlah yang banyak. Dimana 30 unit rumah siap dibangun tahun 2019 ini.  Dimana sumber dananya berasal dari  24 unit Bankeu Kabupaten, 3 unit Bankeu Provinsi, dan 3 unit dari Dana Desa (DD). Demikian disampaikan oleh Rohman selaku Sekretaris Desa (Sekdes) di kantor Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Kamis (19/19).

Rohman mengatakan bahwa dana yang keluar langsung diserahkan pada masyarakat yang menerima bantuan. " Dimana kelompok ini sebelumnya sudah di data terlebih dahulu oleh desa dan masuk dalam kriteria Basis Data Terpadu (BDT)  yang dimiliki oleh desa ", katanya.

Diketahui, RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) merupakan salah satu program pemerintah, khususnya dari dana sosial dengan tujuan memberi bantuan dana pembangunan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

" Masyarakat yang menerima bantuan berasal dari Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT)  tahun 2015. Dengan harapan agar kegiatan ini bisa tepat sasaran, karena sudah di data secara lengkap sesuai kriteria ", Ujar Cahyono Kepala Desa Kayupuring. (Purni/jw/Kyp).

Related Posts:

Rumah Aspirasi Wadah Kritik Untuk Masyarakat


Pemerintah Desa Gumelem mengenalkan kotak aspirasi (Foto : Sugeng )
Petungkriyono - Pendampingan Badan Permusyawaratan desa (BPD) oleh Forum Indonesia Trasparan Anggaran (FITRA) di Desa Gumelem Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, selama empat bulan ini menuai hasil positif dengan terbentuknya Rumah Aspirasi masyarakat yang diresmikan pada Rabu 23 Agustus 2019.

Launcing dan sosialisasi aspirasi masyarakat di desa Gumelem disambut meriah oleh masyarakat dan dihadiri para tokoh desa seperti pemerintah desa, Pembina Teknis Pemerintahan Desa (PTPD) kecamatan, KPMD, ketua RT, kadus, karang taruna, PKK, tokoh pendidikan, tokoh perempuan dan disabilitas.

Kepala desa yang diwakilkan oleh Kaur Umum dan Perencanaan Rudwiyani menuturkan, pihaknya sangat berterimakasih atas ilmu dan partisipasi FITRA dalam hal ini yang mendorong BPD Desa Gumelem lebih aktif dan bermanfaat dengan terbentuknya Rumah Aspirasi ini.

"Para tokoh masyarakat yang hadir supaya bisa mensosialisasikan kepada masyarakat umum tentang adanya Rumah Aspirasi ini" tuturnya.

Dia melanjutkan, Rumah Aspirasi ini bukan hanya menampung aspirasi-aspirasi masyarakat saja akan tetapi juga menampung segala keritikan-kritikan yang  membangun untuk desa maupun pemerintah desa supaya lebih baik. Disediakan pula kotak saran dan nomor telepon Ketua BPD agar bisa berinteraksi secara langsung atau mengirimkan saran maupun aspirasi melalui kotak saran yang disediakan di Rumah Aspirasi.

Pembina Teknis Pemerintahan Desa (PTPD) kecamatan Petungkriyono Roji’in juga sangat mendukung dan siap membantu  jika ada kesulitan maupun keluhan supaya lebih tepat sasaran dalam setiap anggaran yang ada didesa dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. (Sugeng)

Related Posts:

DFAT Australia: Kotak Aspirasi Dibutuhkan, Tampung Pengaduan Masyarakat

Unit Manager Sector - Human Development Sector DFAT Australia Astrid Kartika bercerita perkembangan Petungkriyono (Foto : Ria) 


Petungkriyono - Selalu ada hal menarik ketika berkunjung ke Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Munculnya inovasi baik di desa maupun kecamatan membuat Petungkriyono selalu jadi bahan perbincangan di pemerintah pusat.

Adanya keterlibatan masyarakat yang terdiri dari perempuan, pemuda, dan disabilitas, mencerminkan bahwa masyarakat memiliki rasa tanggung jawab dalam mengawal dana desa. Khususnya di Desa Kayupuring yang melakukan launching pekan aspirasi dan sosialisasi pengaduan masyarakat.

Unit Manager- Human Development Sector dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia Astrid Kartika mengungkapkan,  masyarakat yang selama ini kurang memiliki akses dalam mengemukakan aspirasi, sangat membutuhkan wadah seperti pengaduan masyarakat.

"Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam mengemukakan pendapat, diharapkan dapat menghidupkan komunikasi dua arah antara masyarakat dengan desa. Sehingga dapat menentukan skala prioritas dalam pembangunan desa," ungkapnya di Balai Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Selasa (20/8).


Camat Petungkriyono Farid Abdul Khakim menyerahkan nasi tumpeng kepada Ketua BPD  Kayupuring, ditemani Kepala Desa, Tim DFAT Australia, KOMPAK dan FITRA. (Foto : Ria)

Pekan aspirasi merupakan kegiatan yang dilakukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), di mana masing-masing dusun terdapat kotak aspirasi untuk pengumpulan formulir usulan. Selanjutnya usulan yang disampaikan melalui BPD diusulkan agar masuk dalam rencana pembangunan atau RKP Desa. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 24 Agustus sampai 10 September 2019.

"Pengaduan ini merupakan ruang bagi masyarakat untuk berkomunikasi dengan desa.  Agar nantinya kepala desa bisa melihat lebih dekat permasalahan yang ada di masyarakat. Sehingga layanan dasar terkait pendidikan, kesehatan dan adminduk menjadi lebih baik,"  ujar Badiul Hadi selaku Program Manager FITRA Jawa Tengah. (Ria)

Related Posts:

Prazakan, Jual Kuliner Khas Petungkriyono


 Para penjual kue khas Petungkriyono (Foto : Ria)

Petungkriyono - Kegiatan prazakan selalu ditunggu oleh masyarakat Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. Di pagi hari para penjual kue tradisional sudah mulai menjajakan dagangannya.

Ada banyak makanan khas Petungkriyono yang ramai di jual dalam kegiatan ini. Dari mulai nasi jagung,  tape singkong, ketan, onde-onde,  ondol, bongko, jalabia, dan masih banyak lagi. Meski hanya setahun sekali, berjualan menjadi rutinitas yang sangat menyenangkan bagi para pedagang.

Karyati, salah satu penjual tape singkong mengatakan, prazakan merupakan kegiatan yang selalu ditunggu-tunggu. Ramainya orang yang datang membuat dagangannya menjadi laris terjual. Khususnya kue tradisional yang jarang sekali ditemukan di hari biasa.

"Setiap tahun saya selalu berjualan di tempat ini. Tape saya terbuat dari singkong yang berasal dari kebun. Selanjutnya saya bungkus dengan daun pisang. Dan Alhamdulillah banyak yang suka," katanya di pinggir jalan Kecamatan Petungkriyono, Sabtu (17/08).

Diketahui, Prazakan (perayaan)  merupakan kegiatan peringatan HUT RI yang dilakukan oleh masyarakat Petungkriyono. Diawali dengan kegiatan upacara bendera merah putih, kegiatan lomba,  pentas seni,  dan hiburan rakyat.

"Prazakan selalu ditunggu oleh masyarakat. Berkumpulnya orang dari berbagai pelosok desa membuat kegiatan ini selalu meriah. Bersatu untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. Dari anak kecil sampai orang dewasa, " ujar Slamet salah satu pengunjung. (Ria)

Related Posts:

Konvergensi Stunting Jadi Syarat Pencairan Dana Desa


Tenaga Ahli Infrastruktur Desa (TAID) Robi tengah menjelaskan konvergensi stunting (foto : Ria)

Petungkriyono - Dana Desa (DD) yang dikucurkan oleh pemerintah untuk masing-masing desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, melainkan untuk pembangunan nonfisik. Salah satunya untuk peningkatan kesehatan masyarakat khususnya pencegahan stunting.

Menurut peraturan menteri keuangan tahun 2018 pasal 21 dan 29, syarat pencairan DD tahap 3, desa harus melaporkan konvergensi pencegahan stunting pada tahun anggaran sebelumnya.

Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (TAPP) Kabupaten Pekalongan, Maria Agustin mengatakan, dengan adanya peraturan ini, desa diharapkan dapat melakukan kontribusi untuk peningkatan kualitas generasi mendatang.

"Untuk Kabupaten Pekalongan sendiri,  konvergensi stunting sudah dipatenkan untuk pencairan DD tahun 2020. Sehingga desa mulai bersiap agar kegiatan ini masuk dalam RKP Desa tahun 2020," katanya di Pesonna Hotel Kota Pekalongan, Rabu (7/8).

Diketahui bahwa stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tubuhnya menjadi lebih pendek ketimbang teman seusianya.  Stunting juga bisa berakibat menjadikan anak memiliki kecerdasan yang rendah.

"Konvergensi stunting dapat dilakukan dengan 5 paket layanan pokok, yaitu selalu memeriksakan kesehatan ibu dan anak,  melakukan konseling gizi terpadu, adanya perlindungan sosial, selalu menjaga sanitasi dan ketersediaan air bersih. Serta aktif dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), " ujar Robi Tenaga Ahli Infrastruktur Desa (TAID)  Kabupaten Pekalongan. (Ria)

Related Posts:

7 Desa Di Petungkriyono Gelar Pilkades Serentak.


Camat Petungkriyono Farid Abdul Khakim menjelaskan gelaran Pilkades.

Petungkriyono - Gelaran pesta demokrasi akan dirasakan kembali oleh masyarakat. Memilih Kepala desa yang dapat membangun desa menjadi lebih sejahtera. Untuk Kecamatan Petungkriyono ada 7 desa yang bersiap mengikuti Pilkades serentak. Desa tersebut adalah Kayupuring,  Kasimpar,  Yosorejo,  Tlogohendro, Tlogopakis, Curugmuncar,  dan Songgodadi.

Farid Abdul Khakim Camat Petungkriyono mengatakan, adanya Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD)  di masing-masing desa, merupakan bentuk kesiapan desa dalam menghadapi gelaran acara tersebut. Adapun tahapan Pilkades meliputi pendaftaran calon tanggal 2-12 September,  Penelitian berkas tanggal 13-19 September, serta kelengkapan berkas tanggal 20-27 September. Sedangkan untuk pemilihannya akan dilaksanakan pada hari Rabu Pahing tepatnya 13 November 2019.

"Tema Pilkades kali ini adalah Pilkades ceria, anti hoax dan tolak politik uang.  Sehingga dalam berdemokrasi akan terpilih pemimpin yang mumpuni dan berintegritas, " katanya di balai Desa Yosorejo Kecamatan Petungkriyono, senin (29/7).

Farid menambahkan, bagi warga yang ingin mencalonkan diri,  silahkan mulai meyiapkan segala sesuatunya. Tentu dengan mengikuti tata tertib dan regulasi yang berlaku. (Ria)

Related Posts:

3 Desa Di Petungkriyono Melakukan Inovasi.


Kepala Dinas PMD, P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan Muhammad Afib melihat produk inovasi (Foto : Ria)

Petungkriyono - Untuk meningkatkan kualitas pembangunan Desa diperlukan adanya inovasi. Inovasi baik di sektor pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat sudah dilakukan oleh 3 desa di Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan.

Desa yang melakukan inovasi tersebut di antaranya Desa Kayupuring dengan keterlibatan partisipatif masyarakat melalui kelompok Selapanan, Desa Tlogopakis dengan pemberdayaan masyarakat melalui produksi unggulan manisan kolang-kaling, serta Desa Tlogohendro yang mengandalkan sektor wisata dengan keindahan Telaga Sigebyar yang mempesona.

Ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Petungkriyono, Rojiin mengatakan, 3 inovasi desa ini akan dipamerkan secara langsung dalam Bursa Inovasi Desa (BID) cluster (penggabungan kecamatan), yakni Petungkriyono dan Doro.

"Dengan harapan inovasi yang sudah ada bisa menginspirasi desa lain untuk dilakukan replikasi. Tentunya sesuai dengan kondisi masing-masing Desa," katanya di RM Joglo Sari Kuto, Kecamatan Doro, Senin (29/7).

Diketahui BID merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa. BID diselenggarakan di tingkat kecamatan atau cluster sebagai wahana pertukaran pengetahuan dan inovasi desa.

"Membangun Indonesia dimulai dari desa dan inovasi tidak harus baru. Namun bisa juga merupakan hasil dari replikasi. Semoga inovasi yang sudah dipilih nantinya dapat direncanakan dalam penyusunan RKP Desa tahun 2020," ungkap Muhammad Afib Kepala Dinas PMD, P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan. (Ria)

Related Posts:

9 Desa Di Petungkriyono Menjadi Percontohan SID.


 Camat Petungkriyono Farid Abdul Khakim menjelaskan perkembangan SID. (Foto Ria)

Petungkriyono - Peraturan Bupati Pekalongan no 33 tahun 2018 tentang pembangunan Sistem Informasi Desa (SID)  mendorong pemerintah untuk melakukan pembinaan pada 9 Desa yang menjadi percontohan di Kecamatan Petungkriyono. Dimana SID akan di launching pada tanggal 25 Agustus 2019 oleh Bupati Pekalongan.

Arif Nugroho selaku Kabid APPD Dinas PMD, P3A,  PPKB Kabupaten Pekaolongan, Mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian proses evaluasi sekaligus pendampingan bagi Desa.  Dimana SID bisa menghasilkan data tunggal untuk mendukung perencanaan mulai dari Desa sampai Kabupaten.

"Adanya integrasi di tingkat Kecamatan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dasar, "  katanya di Aula Kecamatan Petungkriyono, Rabu (24/7).

"Kegiatan SID dapat menjadi media keterbukaan bagi masyarakat, sehingga harus didukung oleh berbagai pihak. Namun di Petungkriyono masih terkendala oleh lemahnya akses jaringan, " ujar Farid Abdul Khakim Camat Petungkriyono. (Ria)

Related Posts:

Peran Strategis JW Sebagai Media Informasi.



Fasilitator FITRA Muhammad Iklil Sabai saat diskusi dengan JW Petungkriyono (Foto : Ria) 

Petungkriyono - Jurnalis Warga (JW) memiliki peran yang sangat strategis sebagai media informasi masyarakat. Uniknya, media ini lahir dan dikelola oleh masyarakat atas kesadarannya yang memandang pentingnya sebuah publikasi di media massa. Sehingga perlu adanya dukungan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan.

Muhammad Iklil Sabai selaku Fasilitator Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (FITRA) mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh FITRA juga dapat dipublikasikan oleh Jurnalis Warga (JW).

"Sehingga prektek baik yang dilakukan dapat tersosialisasi kepada masyarakat secara luas," katanya di kediaman koordinator JW Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan,  Rabu (24/7).

Diketahui, FITRA adalah lembaga yang bergerak di bidang advokasi anggaran dan kebijakan publik, baik pemerintah pusat,  daerah provinsi, maupun pemerintah daerah kabupaten/kota, termasuk pemerintah desa.

"Kami mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang diberikan. Semoga kedepan dapat meningkatkan semangat teman-teman JW untuk terus menulis dan memberikan informasi," ujar Ria koordinator JW Petungkriyono. (Ria)

Related Posts: