Situs Sejarah di Petungkriyono Banyak Dikunjungi Wisatawan

Warga dan para pencinta alam tengah berkunjung di situs sejarah yang ada di Kecamatan Petungkriyono Kabupaen Pekalongan (Foto: Surowati)

Petungkriyono – Petungkriyono Kabupaten Pekalongan tak hanya menawarkan keasrian alamnya yang segar. Namun banyak potensi yang ada di kecamatan yang terletak di ujung Kabupaten Pekalongan ini. Situs sejarah peninggalan leluhur tak luput dari kunjungan para pencinta alam yang sengaja datang ke Petungkriyono.

Berbagai situs sejarah seperti Naga Pertala, Situs Gedong, Goa Candi, Gunung Kendalisada atau Pertapan Hanoman, Makam Syeh Prayantaka serta Syeh Prayanjiwa yang terletak di Dukuh Tinalum Desa Kayupuring. Semua situs itu kerapkali dikunjungi pendatang, baik dari Pekalongan maupun luar daerah.

Salah satu pendatang asal Kecamatan Doro yang juga merupakan salah satu guru di sekolah Petungkriyono Muhammad Saipulana mengaku, dirinya bersama rombongan dari  beberapa wilayah di Kabupaten Pekalongan merasa penasaran dengan keberadaan situs tersebut. Mereka ingin mengenal langsung dengan mendengar cerita para sesepuh setempat.

“Kalau dari sesepuh Kambangan berharap agar tetap dijaga karena merupakan salah satu cagar budaya yang harus dilestarikan. Kalau bisa agar tempat tersebut ditata supaya banyak pengunjung yang datang di lokasi ini,” katanya, Selasa (13/2).

Foto: Surowati


Sementara, Juru kunci Situs Gedong, Warsito menuturkan, sebagai pewaris sejarah, masyarakat diminta untuk tidak melupakan sejarah dengan cara menjaga peninggalan leluhur yang ada di wilayah Petungkriyono. Salah satunya tempat pertapan Semar yang ada di Gunung Gundul Kambangan-Rowo Desa Tlogopakis.

“Tempat ini bukan tempat bangsa Jin, setan, dan sebagainya. Tapi ini merupakan tempat leluhur, yaitu Mbah Semar Badranaya. Sehingga tidak perlu ditakuti, tapi jangan gunakan tempat ini sebagai tempat maksiat karena bisa menimbulkan malapetaka,” tuturnya.

Selain situs-situs tersebut, masih banyak situs yang tersebar di Kecamatan Petungkriyono, seperti Kleyang Tancep atau Kleyang Racap yang terletak di lereng Gunung Perbota, Sumur tua di puncak Gunung Ragajambangan dan Makam Mbah Lentreh yang berdasarkan cerita rakyat merupakan pengasuh dari anak Baruklinting.

Selain menjaga dan melestarikan warisan sejarah, Warsito juga meminta pengunjung untuk tidak menyalahgunakan tempat tersebut sebagai tempat untuk mencari peruntungan ataupun pesugihan. “Silakan datang ke sini, tapi jangan meminta kepada Mbah Semar. Mintalah kepada Allah bagi orang Islam,” pungkasnya. (wati/fid)



Related Posts:

0 Response to "Situs Sejarah di Petungkriyono Banyak Dikunjungi Wisatawan"

Posting Komentar