Sering Hujan Jadi Kendala Petani Jemuran Padi

Padi milik petani Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono yang dijemur di jalan. / Foto: Purni/ JW Petungkriyono

Kayupuring (suarapetungkriyono.com) - Intensitas hujan yang cukup tinggi menjadi kendala bagi petani di Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan untuk menjemur hasil panennya, Rabu (24/1).

Petungkriyono merupakan wilayah pegunungan yang berada di Kabupaten Pekalongan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjarnegara. Warga setempat kerapkali memanfaatkan jalan Desa untuk menjemur padi mereka pasca panen.

Warga Kayupuring Inayah mengaku, dirinya menjemur padi miliknya di sepanjang jalan depan rumahnya. Namun lantaran sering diguyur hujan, padi yang ia jemur tak kunjung kering. Padahal cuaca cerah sangat dibutuhkan untuk menjemur hasil pertanian.

"Sudah beberapa hari saya menjemur padi tapi belum kering karena cuaca yang sering hujan. Kalaupun panas hanya setengah hari bisa menjemur padinya," katanya di sela-sela menjemur padi.

Hal serupa diungkapkan petani lain, Rumahan. Untuk menjemur padi di wilayah pegunungan ini bisa mencapai 2 minggu. Itu pun jika cuaca cerah. Namun jika sering turun hujan, petani setempat harus tetap bersabar.

"Saya sudah lama hampir dua minggu tapi belum selesai juga jemur ini padi. Paling hanya beberapa jam dapat cahaya matahari setelah itu ya  dimasukkan ke rumah takut kena hujan," ungkapnya.

Padi merupakan hasil pertanian pokok warga Desa Kayupuring. Setiap 6 bulan sekali petani setempat menanam padi.Jalan desa pun menjadi alternatif bagi petani untuk menjemur padi. Meskipun banyak kendaraan lalu lalang serta banyak padi yang terbawa oleh ban kendaraan, namun tidak membuat warga desa marah ataupun memindahkan jemurannya ketempat lain. (purni/fid)



Related Posts:

0 Response to "Sering Hujan Jadi Kendala Petani Jemuran Padi"

Posting Komentar