Kecamatan Petungkriyono Gelar Festival Gula Aren

Suasana Festival Gula Aren Petungkriyono - Foto Ria

Yosorejo (suarapetungkriyon.com) - Bupati Pekalongan,  Asip Kholbihi membuka langsung kegiatan Festival Gula Aren di Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan yang merupakan salah satu penghasil gula aren terbaik di kota batik ini. Ribuan warga turut memeriahkan acara tersebut. Mereka tampak gembira dan penuh keceriaan, karena selama ini festival baru pertama kali digelar.

"Festival ini harus menjadi peluang promosi bagi Kecamatan Petungkriyono untuk memasarkan produk lokal dan potensi wisata, apalagi gula aren khas Petungkriyono, sangat berbeda baik rasa maupun kualitasnya," ungkapnya saat memberikan sambutan di hadapan peserta, Minggu (17/12).

Dalam festival ini, warga menjajakan hasil bumi dan berbagai kreasi jajanan tradisional. Panitia kegiatan ini juga tak mau kalah dengan warga, mereka melakukan perlombaan kreasi jajanan, pentas seni budaya, dan lomba gunungan bumi terbaik. Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kerjasama dengan Kecamatan Petungkriyono.

Kegiatan ini yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Petungkriyono ini merupakan wujud syukur  warga terhadap nikmat yang diberikan. Dalam kemeriahan festival ini juga dihadirkan gula aren raksasa seberat 103 kilogram. Makna ini dimaksud dua tangan sebagai limpahan syukur, simbol masyarakat yang kreatif untuk kesejahteraan Petungkriyono. Pohon aren juga diyakini oleh warga  sebagai pohon surga, di mana setiap bagiannya bisa dimanfaatkan dalam kebutuhan manusia.

Salah satu pengrajin gula aren dari Dusun Tembelan Desa Kayupuring Kasmari, merasa senang karena produknya di promosikan di acara festival gula aren. "Produk gula aren kayupuring ini sudah puluhan tahun, dan sudah ada kelompoknya. Produk gula aren tidak bahan kimia, tanpa pengawet, bisa bertahan tiga tahun dengan catatan penyimpanan benar, kering, dan kemas melalui plastik dan ditaruh di kardus," katanya.

Sementara itu, salah satu pemenang lomba hasil bumi dalam bentuk kreasi gunung-gunungan, Desa Tlogohendro menampilkan aneka hasil bumi seperti cabai, sayur mayur, tomat, kentang,  terong, labu, kacang panjang. " Hasil bumi ditata sedemikian rupa, agar menarik dan membawa citra sensasi yang berbeda bagi warga saat ditampilkan," tutur Basuki. (ria/fid)

Related Posts:

0 Response to "Kecamatan Petungkriyono Gelar Festival Gula Aren "

Posting Komentar