Belum Tersedia BTS, Jadi Kendala Layanan Kesehatan

Petungkriyono - Hingga kini, nasib warga di 3 desa di kecamatan Petungkriyono Kanupaten Pekalongan, yakni Gumelem, Tlogohendro, dan Simego sangat dirugikan. Pasalnya hingga kini warga tidak menerima sinyal telekomunikasi karena di wilayahnyatidak ada BTS. Pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Pusat sepertinya belum memberikan komitmennya untuk merealisasikan keberadaan BTS, sehingga beberapa kendala informasi antara warga sering mengalami keterlambatan.

Base Transceiver Station atau disingkat BTS adalah sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator. Piranti komunikasi penerima sinyal BTS bisa telepon, telepon seluler, jaringan nirkabel sementara operator jaringan yaitu GSM, CDMA, atau platform TDMA.

Kepala Desa Tlogohendro Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan Kaslam mengatakan, setiap kali ada permasalahan di desanya,  tidak bisa dilakukan via telepon. Warga harus datang ke rumah kepala desa atau ke kantor pelayanan desa. Padahal, setiap dusun di desa ini terletak cukup berjauhan.

"Sebetulnya kami merasa rugi, harusnya penanganan cepat misalkan laporan adanya warga yang sakit, dan butuh bidan sewaktu-waktu, atau ketika pasien kritis, maka menjadi tidak efektif dalam penanganan," katanya, Rabu (20/12).

Lanjut Kaslam, Pemerintah Desa sebenarnya sudah mengirimkan surat sekaligus permohonan kepada Pemerintah Kabupaten, namun hingga kini belum ada penangan yang cukup serius.

 "Katanya zaman teknologi sudah canggih, tapi kenapa warga kami belum bisa berkomunikasi dengan layaknya daerah di pinggiran Pantura. Padahal kita juga bayar pajak bumi dan bangunan," imbuhnya.

Bidan Desa Tlogohendro Susilowati mengaku, dirinya harus selalu berupaya melakukan penanganan kepada masyarakat sesuai prosedur tetap (protap). "Bila warga datang, dan ada kegiatan yang kami lakukan berbenturan, maka kita tidak bisa melakukan tindakan langsung. Misalnya saat laporan, kemudian ada rapat di puskesmas, sehingga kita harus membagi waktu dan tenaga, tapi jika ada sinyal komunikasi, warga bisa telepon langsung, " tuturnya.

Ditempat terpisah, salah seorang warga Desa Tlogohendro, Slamet Sugeng (20) mengatakan, kondisi seperti ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan sudah sampai puluhan tahun. “Kami sebagai warga sangat dirugikan, karena sejak saya lahir hingga sekarang, desa saya tanpa sinyal, sehingga untuk buat facebook susah, apalagi harus komunikasi langsung. Dapat sinyal kalau ke wilayah Desa Yosorejo  dengan jarak 7 kilometer, " pungkasnya. (ria/fid)

Related Posts:

0 Response to "Belum Tersedia BTS, Jadi Kendala Layanan Kesehatan"

Posting Komentar