Kaya Potensi Kopi, Namun Miskin Alat Untuk Proses Produksi


Biji kopi di Kayupuring Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pemalang - Foto Satrio

Kayupuring - Kopi Petungkriyono masuk jenis kopi arabica. karena jika dinikmati tidak terlalu pahit namun memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi. Kopi petungkriyono ini tumbuh dengan baik karena ditanam di dataran tinggi, antara 1.000 meter hingga 2.000 meter di atas permukaan laut. Suhu di lokasi penanaman pun sebaiknya berkisar antara 14-24 derajat Celsius.

"Kopi Petungkriyono tersebar di beberapa desa yakni Desa Tlogohendro, Kasimpar, Kayupuring, Tlogo Pakis, Yosorejo. Kaya potensi namun kecenderungan petani lebih memilih produk dijual dalam bentuk biji dikirim ke Yogyakarta untuk diolah dan digoreng menjadi bubuk kopi," ungkap Satrio (23) salah satu kelompok pengemas kopi di Desa Kayupuring dan membuat inovasi branding kopi dengan nama " Wello Kopi" Sabtu (29/10/2017).

Wello Kopi ini dirintis sejak awal Juli 2017, dari sekelompok pemuda desa kayupuring, Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. mereka ingin produk yang ada dan tersebar ini jangan sampai dijual dalam bentuk biji kopi.

Namun keterbatasan alat untuk mengemas menjadi bubuk kopi, akhirnya hanya bisa mengemas kopi petungkriyono dengan nama wello dengan bahan baku dibawa ke yogyakarta lalu dikemas di kampungnya.

"Kami jual dalam kemasan sederhana, dikasih stiker, namun dalam sebulan ini kopi wello bisa terjual 200 - 250 bungkus atau sekitar 20-25 kg, pemasaran masih lokal, karena keterbatasan dana dan juga alat untuk memproses dari biji ke bubuk sepertia alat roasting, mixing, extraction, sehingga stok yang tersedia pun tidak banyak," imbuh satrio.

Aroma kopi wello itu wangi seperti buah-buahan atau bunga-bungaan. Beberapa disertai aroma kacang-kacangan. Rasanya pun lebih halus dan penuh.Tak heran harganya juga jauh lebih mahal dibanding jenis kopi lain.

Salah satu penikmat kopi dari Desa Tlogopakis Abdullah (30 th), kopi wello kayupuring ini rasanya tidak kalah dengan kopi yang sudah terkenal, sedikit asam dan warnanya agak coklat, namun saat di sedu dengan air panas, terasa mantap aroma dan rasanya.

"Cocok untuk semua kalangan, disamping harganya tidak mahal, namun saat dinikmati dalam cuaca dingin seperti di petungkriyono, nikmat dan cocok," pungkasnya.  (Kuswoto / jw kyp)

Related Posts:

0 Response to "Kaya Potensi Kopi, Namun Miskin Alat Untuk Proses Produksi"

Posting Komentar