Warga Kayupuring Berbondong-bondong Bikin Adminduk

Warga berbondong-bondong memfotocopy persyaratan pembuatan adminduk.

Kayupuring (suarapetungkriyono) - Warga Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan berbondong-bondong membuat administrasi kependudukan setelah mengikuti sosialisasi dari Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil), Kamis (7/9).

Sosialisasi ini diadakan oleh Forum Masyarakat Sipil (Formasi) dalam acara Selapanan di desa tersebut pada Agustus lalu. Setelah mendapat informasi tersebut, warga berbondong-bondong datang ke tempat fotocopy untuk memfoto KK dan KTP guna melengkapi persyaratan.

Di antara mereka, ada yang bermaksud mengubah Kartu Keluarga untuk memperoleh tanda tangan Dindukcapil. Juga ada yang mengubah status di KTP dan KK.

Hal itu dilakukan salah satu warga, R (27). Dia mengatakan, dirinya akan membuatkan KTP suaminya. Dia membuatkan KTP suaminya yang sebelumnya hilang dan belum dilakukan penggantian.

"Menurut saya untuk apa dibuat cepat-cepat, walaupun suami saya bekerja di Jakarta tapi suami saya kerjanya 'mbatu' kan tidak perlu KTP," kata R di rumahnya (7/9).

Namun demikian, dirinya mengakui dengan adanya sosialisasi tersebut dirinya mengaku mengerti bahwa administrasi kependudukan itu harus segera dibuat. Hal ini mengingat KTP merupakan kartu identitas kependudukan yang merupakan bukti kewarganegaraan dan domisili, serta keharusan sebagai dokumen kependudukan.

"Itu harus segera dibuat, jadi sudah saya urus," tambahnya.

Berdasarkan rekapitulasi dari kader Selapanan, Munjanah mengatakan, jumlah warga Dusun Kayupuring tercatat 401 jiwa. Di antara mereka ada beberapa yang belum memiliki KTP dan status yang sesuai dalam KTP. Namun per Agustus kemarin 25 warga sudah mendaftarkan diri dalam pembuatan dan pengubahan status KTP.

"Adanya kesadaran masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan dalam pembuatan kepemilikan identitas hukum," pungkasnya. (purni/kyp)

Related Posts:

0 Response to "Warga Kayupuring Berbondong-bondong Bikin Adminduk"

Posting Komentar