Toilet Sampah untuk Kendalikan Plastik


Kepala Desa Yosorejo Kecamatan Petungkriyono Darnoto tengah memperagakan pemanfaatan botol sampah plastik
Yosorejo (www.suarapetungkriyono.com) - Masyarakat tidak bisa lepas dari penggunaan plastik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga berimbas pada kerusakan lingkungan. Hal ini membuat pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Perumahan dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) melakukan sebuah terobosan.

Pihaknya mengadakan bimbingan teknis mengenai cultural techno forestry park yang memberikan wawasan baru pada masyarakat dalam menangani sampah plastik di Kecamatan Petungkriyono. Karena saat ini Petungkriyono ditetapkan sebagai kawasan wisata, sehingga semakin banyak orang yang datang ke wilayah itu.

"Dalam bimbingan teknis ini ditampilkan perbandingan antara pembungkus makanan jaman dahulu dengan sekarang. Di mana dulu selalu menggunakan daun pisang yang saat daunnya mengering maka menjadi indikator bahwa makanan sudah kadaluarsa. Tapi sekarang semuanya menggunakan plastik jadi selalu terlihat awet. Sehingga makin banyak masyarakat beralih pada plastik sebagai pembungkus," kata
Siti Marfuah, perwakilan DPRKPLH Kabupaten Pekalongan (29/8).
 
Relawan dari Komunitas Biji (Kombi), Andi mengatakan, kelestarian alam tidak hanya dengan pohon. Namun harus dibarengi dengan pengelolaan sampah. Di mana sampah plastik jika dibiarkan lama-lama bisa merusak alam.

"Toilet sampah menjadi alternatif dalam pengendalian plastik. Yaitu dengan menyediakan botol bekas sebagai toilet dan memasukkan plastik ke dalamnya. Selanjutnya ditekan dengan kayu atau sejenisnya sampai padat. Karena sampah plastik adalah racun sedangkan botol adalah obatnya," ungkap Andi sambil memperagakan.

Andi menambahkan, Toilet sampah yang sudah terkumpul bisa dijadikan kerajinan. Dari mulai meja, kursi, hiasan, bahkan rumah. Jadi tidak akan merusak alam dan udara karena pembakaran dan pembuangan plastik.

Lebih lanjut Balai Pengelolaan Hutan Wilayah IV, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Heru Cahya Nugraha mengatakan, Petungkriyono adalah kawasan hutan yang memiliki keunikan khas dan merupakan sisa hutan alam di Jawa.


Menurutnya, penduduk di Petungkriyono bertahan dari tekanan perubahan alam. Serta memiliki beragam kekayaan alam dan hutan. Sehingga dalam pengelolaannya harus memperhatikan conservation (penyelamatan kawasan), ecotourisme (pariwisata alam), dan increased revenue (peningkatan pendapatan).

"Petungkriyono sebagai Nature Heritage adalah sebagai kawasan pengembangan situs bersejarah dan memiliki kearifan lokal yang selalu terjaga. Sehingga semua itu harus dijaga dan dipertahankan, " pungkasnya. (ria/jw yos)

Related Posts:

0 Response to "Toilet Sampah untuk Kendalikan Plastik"

Posting Komentar