Remaja di Kayupuring Butuh Perpustakaan

Dua remaja di Desa Keyupuring Kecamatan Petungkriyono nampak membereskan buku-buku yang tersisa
Kayupuring (suarapetungkriyono.com)  - Fajar Ilmi, nama sebuah perpustakaan yang sudah direncanakan akan dibentuk oleh para remaja Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan pada tahun 2013 lalu, kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Buku-buku yang bertumpuk di lantai mulai menjamur dan nampak memprihatinkan. Keterbatasan biaya dan semangat para remaja yang hilang membuat embrio perpustakaan Fajar Ilmi tidak terwujud hingga kini. Padahal banyak anak-anak dan remaja yang membutuhkan ilmu dan buku sebagai jendela dunia.

"Dulu sewaktu direncanakan tampak sekali semangat para remaja untuk membangun perpustakaan. Apalagi setelah pembuatan nama yang akan segera diresmikan membuat semangat para remaja Kayupuring semakin tinggi," ungkap Kuswoto salah satu remaja Desa Kayupuring, (13/8).

Kuswoto menjelaskan, kekompakan remaja Kayupuring sangatlah penting untuk mendukung berdirinya perpustakaan di desanya. Akan tetapi tanpa disertai dengan dana yang cukup juga akan sulit untuk menghidupkan Fajar Ilmi tersebut.

Sofiatun Amalia remaja setempat mengungkapkan, sebelumnya pengumpulan buku semuanya berasal dari para remaja yang dibawa dari rumah masing-masing. Pengumpulan koleksi buku ini dilakukan secara swadaya para remaja.

"Untuk pembangunannya diambil dari uang kas para remaja yang dikumpulkan pada setiap pertemuan remaja Kayupuring," kata remaja yang akrab disapa Meli ini.

Dia berharap, di desanya segera terwujud impian para remaja yang menginginkan perpustakaan sebagai bentuk kepedulian terhadap minat baca masyarakat, khususnya para remaja. Selain remaja, peren serta pemerintah desa juga sangat dibutuhkan.

Semoga semangat para remaja Kayupuring untuk membangun Fajar Ilmi bercahaya kembali seperti cahaya sinar matahari di pagi hari” tandasnya. (purni/jw kyp)

Related Posts:

0 Response to "Remaja di Kayupuring Butuh Perpustakaan"

Posting Komentar