Aktifitas Warga Petungkriyono Terhambat Akibat Jalan Rusak

Petungkriyono (suarapetungkriyono.com)-Pagi sebelum datangnya fajar ketika hangatnya tidur dibalut selimut, beberapa warga di Petungkriyono sudah melakukan aktifitas rutin.  Beberapa pedagang dan warga harus rela merasakan dinginnya suasana perjalanan Petungkriyono yang menusuk tulang. Keadaan sekitar yang masih gelap, tidak menjadi hambatan untuk melakukan perjalanan.

"Biasanya saya berangkat narik dari jam 04.00 pagi setiap harinya,  tergantung penumpang juga, karena kadang kalau agak siang saya sudah tidak memiliki penumpang karena sudah terlalu siang sampainya di pasar." Ungkap Wahyono supir angkutan desa Sipetung.

Perjalanan sejauh 30 kilo meter harus dilalui demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Dengan menaiki doplak (mobil angkutan barang) penumpang berdiri sambil memegang besi atau kayu yang terpasang. Tidak lupa selalu memakai jaket, sarung, atau kain sebagai penahan dingin angin perjalanan.

Kebiasaan ini berlangsung bertahun-tahun lamanya,  karena di Petungkriyono belum ada pasar. Jadi masyarakat Petungkriyono harus menempuh perjalanan sampai ke Pasar Doro untuk berbelanja kebutuhan.

Salah satu Pedagang yang sudah bertahun-tahun melakukan aktifitas ini hampir setiap hari adalah Tarminah,  " Sudah sekitar 30 tahun lebih saya menjadi pedagang dan setiap harinya selalu berbelanja di pasar Doro. Karena faktor kebutuhan lingkungan di sekitar desa saya, terkadang terasa capek tapi tetap saya jalani," ungkapnya.

Parahnya kondisi jalan yang rusak menambah geram para penumpang.  Karena perjalanan jadi terasa lebih lama dan melelahkan. Serta membuat wajah menjadi pucat karena kedinginan.

"Kalau tidak ada kepentingan yang mendesak,  saya tidak pergi ke pasar Doro,  karena lama di jalan dan pulangnya badan jadi capek. " ujar Daryati sambil mengusap pipinya.

Masyarakat Petungkriyono memiliki hasil pertanian yang amat beragam. Juga hasil peternakan yang kualitasnya tidak kalah bersaing dengan kecamatan lain. Namun untuk menjualnya mereka harus pergi ke kecamatan lain. Belum lagi dengan jauhnya perjalanan membuat ongkos transportasi yang mahal. Membuat keuntungan masyarakat menjadi berkurang.

Yang memprihatinkan adalah beberapa komoditas yang telah dijual di pasar, dibeli lagi oleh masyarakat Petungkriyono untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Yaitu dari beragam sayuran, ikan, serta daging. Tentunya dengan harga yang lebih mahal dari sebelumnya. 

Harapan dari masyarakat selalu ada untuk mengembangkan perekonomian di Petungkriyono.  Adanya pasar sebagai media transaksi dan penunjang ekonomi rakyat, selalu dinantikan untuk mempermudah memenuhi kebutuhan.  Agar masyarakat bisa sejahtera dan semakin meningkat pertumbuhan ekonominya. (ria/jw yos)                       

Related Posts:

Warga Resah, Jalan Petungkriyono Semakin Parah

Petungkriyono (suarapetungkriyono.com)-warga Petungkriyono mulai resah dengan kondisi jalan yang semakin parah. Jalan yang berfungsi sebagai penghubung dan penguat sektor ekonomi masyarakat kini semakin di keluhkan masyarakat. Apalagi dengan kondisi jalan Petungkriyono yang naik turun dengan tebing dan jurang yang curam. Membuat para pengendara harus ekstra waspada dan berhati-hati. 

Akses jalan yang rusak adalah dari jalur Petungkriyono - Doro serta jalur Petungkriyono - Banjarnegara. Dengan kata lain kondisi jalan yang keluar dari Petungkriyono sudah sangat memprihatinkan.

" Kami hanya ingin jalan segera diperbaiki, bukan hanya janji tapi kami butuh bukti nyata dari pemerintah. Kami mulai lelah dengan kondisi seperti ini, mau pergi ke jalur manapun butuh kesabaran, karena jalannya rusak semua. " ungkap Daryono (32) warga desa Tlogopakis.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyiapkan dana sebesar 31 M untuk pembangunan jalan utama di Petungkriyono.  Namun sekarang masih dalam proses lelang dan belum mendapatkan kepastian kapan dilakukan perbaikan.

Sekretaris kecamatan (Sekcam)  Petungkriyono, Agus Dwi Nugroho, S. STp mengatakan "Pemerintah kabupaten Pekalongan terus berupaya dalam perbaikan jalan Petungkriyono, dan sekarang masih dalam proses lelang, semoga tahun ini bisa segera realisasi,"  Selasa (13/6).

Jalan merupakan sektor penting dalam perkembangan suatu daerah,  karena merupakan akses utama dalam berbagai kegiatan masyarakat. Baik itu dalam bidang ekonomi,  pendidikan,  pemerintahan, wisata, maupun sektor lainnya.

Agus menambahkan " Bagi warga dan para pegawai di Petungkriyono,  jalan merupakan hal yang paling utama. Sehingga berdampak juga terhadap kinerja dan perekonomian di masyarakat."

Masyarakat Petungkriyono selalu menanti kepastian dari Pemerintah kabupaten Pekalongan, kapan jalan akan diperbaiki.  Masyarakat selalu berharap bisa mendapatkan akses jalan yang lebih baik.  (ria/jw yos)

Related Posts: